May 8, 2025

5 Profesi dengan Jam Kerja yang Work Life Balance Friendly

Work life balance merupakan kondisi di mana seorang karyawan dapat merasakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaannya. Bagi sebagian orang, mencapai work life balance ini lebih utama dibandingkan dengan pekerjaan yang menghasilkan banyak uang dengan tekanan pekerjaan yang sangat tinggi. Prinsip untuk mencapai keseimbangan antara dua aspek penting dalam hidup ini memang jadi cita-cita banyak karyawan. Bekerja secara terus menerus juga tidak baik karena tubuh juga memerlukan istirahat dan hiburan agar tetap dalam kondisi prima.

Untuk mencapai work life balance, biasanya pekerjaan yang dikerjakan memiliki tekanan yang minim. Tentu tekanan yang minim dapat membuat pekerjaan yang dilakukan terasa ringan hingga memiliki waktu senggang untuk menikmati kehidupan selain bekerja. Pada dasarnya semua profesi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu juga dengan tekanan yang diberikan. Namun, ada beberapa profesi yang job desc-nya dilakukan dengan santai sehingga mengurangi tingkat tekanan dan stres para pekerjanya. Kira-kira apa saja profesi yang minim tekanan untuk mencapai work life balance? Simak penjelasannya berikut ini yuk, #SobatTLT!


1. Pustakawan

Profesi pustakawan memiliki jam kerja yang stabil, lingkungan yang tenang, dan cenderung memiliki tekanan kerja yang rendah. Hal tersebut membuat profesi ini menjadi salah satu yang mendukung work life balance. Sebagian besar pustakawan bekerja di lingkungan seperti perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, atau lembaga riset, yang umumnya memiliki jam kerja tetap dan tidak menuntut lembur berlebihan. Hal ini memungkinkan pustakawan untuk merencanakan waktu istirahat, waktu bersama keluarga, atau kegiatan pribadi lainnya tanpa gangguan pekerjaan yang datang tiba-tiba di luar jam kantor.


2. Administrasi Kantor

Profesi administrasi kantor juga sering dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang mendukung work life balance karena umumnya memiliki beban kerja yang terukur, lingkungan kerja yang stabil, dan tekanan yang relatif lebih rendah dibandingkan profesi lain yang bersifat teknis. Profesi ini mendukung work life balance karena memiliki jam kerja yang cenderung tetap dan jarang lembur. Selain itu, profesi ini juga memiliki tekanan yang minim karena jarang mengharuskan pegawainya bekerja di akhir pekan atau membawa pekerjaan ke rumah. Tentu profesi dengan jam kerja yang stabil ini dapat memberi ruang yang cukup bagi karyawan untuk menjalani aktivitas di luar pekerjaan, seperti mengurus keluarga, beristirahat, atau menjalani hobi.


3. Penata Rias (Makeup Artist)

Meskipun profesi ini menuntut ketelitian dan keterampilan teknis, tekanan yang dirasakan cenderung lebih ringan karena pekerjaan dilakukan sesuai perjanjian, tanpa beban administratif harian, atau target bisnis yang kaku seperti di kantor. Profesi penata rias (makeup artist) bisa menjadi pilihan yang mendukung work life balance bagi #SobatTLT yang menyukai fleksibilitas waktu, kerja kreatif, dan lingkungan kerja yang dinamis. Umumnya penata rias bekerja secara lepas (freelance) atau membuka usaha sendiri sehingga dapat memilih job, menetapkan jam kerja, dan mengambil waktu istirahat sesuai kebutuhan pribadi.


4. Penerjemah

Profesi penerjemah dikenal sebagai salah satu pekerjaan yang mendukung work life balance karena memiliki fleksibilitas tinggi, tekanan kerja yang relatif rendah, dan peluang untuk bekerja secara mandiri. Banyak penerjemah tidak perlu datang ke kantor setiap hari dan bisa menyelesaikan pekerjaannya dari rumah, kafe, atau bahkan saat bepergian. Fleksibilitas ini memungkinkan penerjemah menyesuaikan waktu kerja dengan kebutuhan pribadi, misalnya mengatur jadwal istirahat, waktu bersama keluarga, atau kegiatan lainnya tanpa mengganggu produktivitas.


5. Instruktur Yoga

Instruktur yoga memiliki tekanan kerja yang relatif rendah, waktu kerja yang fleksibel, serta ruang kerja yang secara alami mendukung ketenangan pikiran dan kesehatan fisik. Bagi banyak orang, menjadi instruktur yoga tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga cara hidup yang harmonis dan seimbang. Salah satu keunggulan utama dari profesi ini adalah jadwal kerja yang fleksibel dan bisa disesuaikan. Instruktur yoga sering mengatur sendiri kelas-kelas yang di buka, baik di studio, pusat kebugaran, perusahaan, atau secara privat. 


Bekerja di Tempat yang Nyaman Bantu Kurangi Tekanan

Bekerja di tempat yang nyaman dapat sangat membantu mengurangi tekanan dan stres yang sering muncul dalam dunia kerja. Lingkungan kerja yang nyaman bukan hanya soal kondisi fisik furnitur, tetapi juga mencakup suasana psikologis dan sosial yang mendukung. Ketika seseorang merasa aman, tenang, dan diterima di tempat kerjanya, beban mental yang biasanya menyertai pekerjaan pun dapat berkurang secara signifikan. Suasana yang tertata, bersih, tidak bising, dan memiliki sirkulasi udara yang baik akan membuat tubuh lebih rileks. 

Telkom Landmark Tower menjadi kantor yang mendukung produktivitas para karyawannya dengan menciptakan ruang kerja yang nyaman. Selain ruangannya yang dirancang ergonomis, berbagai fitur dan teknologi yang ada di gedung ini juga didukung dengan Internet of Things sehingga mempercepat jalannya pekerjaan. Smart building ini juga menyediakan Connext, coworking space multifungsi yang dapat digunakan untuk bekerja hingga menggelar acara sederhana. Coworking space yang ada di Telkom Landmark Tower ini dirancang mendukung produktivitas dan kenyamanan selama bekerja sehingga pekerjaan dapat selesai dengan cepat. Salah satu kunci untuk mencapai work life balance adalah bekerja di tempat dan kondisi yang nyaman. Jika #SobatTLT tidak berprofesi seperti yang telah disebutkan, bekerja di tempat yang nyaman dapat mendukung tujuan work life balance yang diharapkan.

Comments